Pengelolaan Air Minum selama Mendaki Gunung

Pengelolaan Air Minum selama Mendaki Gunung

sumber : www.harnas.co
sumber : www.harnas.co

Faktanya, separuh tubuh manusia terdiri dari air dan memang manusia  hanya dapat bertahan hidup tanpa air selama 3 hari saja. Tentu saja pengelolaan air menjadi hal yang penting selama melakukan perjalanan hiking atau mendaki  gunung. Beberapa gunung terkadang tidak memiliki sumber mata air yang cukup untuk para pendaki. Sebaiknya stok air juga diambil dari sumber air yang mengalir,karena terkadang di air diam seperti genangan rasa air sudah mulai aneh dan dikhawatirkan sudah tercemar. Tentunya tak ingin kan perjalanan hiking jadi berubah menyebalkan gara-gara sakit perut akibat sembarangan minum air. Lain halnya kalau kehabisan stok air saat di gunung, apapun jadi yang penting bisa survive. Namun yang jadi kendala tentunya dengan membawa stok air yang lebih banyak beban pun akan bertambah, yang pasti distribusikan beban bawaan kepada masing-masing anggota grup jika mendaki secara berkelompok sehingga perjalanan tidak begitu terganggu dengan anggota yang kelelahan karena overweight. Dan jangan lupa packing yang baik, posisikan bawaan yang berat di dekat punggung agar lebih nyaman dibawa. Perlu beberapa tips khusus yang dilakukan untuk melakukan pengelolaan air minum selama mendaki ke gunung.

sumber : explore1ndonesia.blogspot.com
sumber : explore1ndonesia.blogspot.com

Berikut adalah beberapa tips untuk para pendaki soal pengelolaan air ini agar perjalanan hiking tetap seru:

  • Pelajari medan dan letak mata air.
  • Perhitungkan jumlah anggota dan kebutuhan air per orang.
  • Bawalah makanan yang tidak memerlukan banyak air untuk pengolahannya. (biskuit, selai, madu, roti gandum).
  • Mencari kemungkinan sumber-sumber air lain pada medan perjalanan (akar gantung, air hujan, genangan air, dsb)
  • Bila perlu, kelompokkan stok air yang dibawa untuk kegiatan per hari.
  • Minumlah secara teratur. Apa yang diminum, tentu saja air putih. Namun dengan berkembangnya teknologi, saat ini membanjir berbagai minuman energi yang bisa juga sekaligus mengganti energi yang terpakai. Apakah benar minuman ini bisa mengganti energi? Cek selalu content/ingredient di kemasannya. Kandungan gulanya biasanya terdiri dari sukrosa, fruktosa, glukosa dan maltodextrin. Kalo konsentrasi kandungan fruktosa-nya tinggi, justru akan memperlambat hidrasi dan muncul gangguan perut.
  • Pilihan minuman lainnya seperti herbal tea dan coklat susu sangat direkomendasikan. Bagi penggemar kopi, perlu sedikit waspada dengan cafein yang terkandung di dalamnya, karena dapat meningkatkan output urin dan peluang terjadinya frostbite. Selain itu cafein meningkatkan heart rate dan tekanan darah. Oleh karena itu selama perjalanan perlu dibatasi satu cangkir kopi per hari.
  • Minumlah dengan sedikit-sedikit guna membasahi kerongkongan, bukan dengan cara sekaligus satu botol habis. Di tempat-tempat di mana air jarang ada selama perjalanan, perhitungan kebutuhan air perlu dimasukkan dalam rencana perjalanan.

Tetapi, kondisi yang terjadi di lapangan kebutuhan air putih yang banyak dan tidak memungkinkan bagi kita untuk membawa semua kebutuhan air minum ke dalam perjalanan kita, jika perjalanan yang membutuhkan waktu berhari2. Satu-satunya solusi ialah memanfaatkan sumber air yang terdapat saat di perjalanan maupun di tempat camp. Pada umumnya sumber air yang terdapat di hutan belantara yang labat maupun pegunungan meupakan sumber air yang bersih karna tidak terkontaminasi dari limbah.

Sumber :

http://nubienaikgunung.blogspot.co.id/2012/11/manajemen-air-saat-mendaki-gunung.html

http://www.fa-thoni.net/2015/04/tips-mendaki-gunung-saat-pendakian.html

http://ricky211016.blogspot.co.id/2011/04/manajemen-logisticmakanan.html

Posted Under
Uncategorized